<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PAENGKO</title>
	<atom:link href="http://paengko.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paengko.wordpress.com</link>
	<description>Lebih Asyik Membaca Dari Pada Bengong !</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 May 2009 05:14:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='paengko.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PAENGKO</title>
		<link>http://paengko.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://paengko.wordpress.com/osd.xml" title="PAENGKO" />
	<atom:link rel='hub' href='http://paengko.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Buku Tamu</title>
		<link>http://paengko.wordpress.com/2009/04/14/buku-tamu/</link>
		<comments>http://paengko.wordpress.com/2009/04/14/buku-tamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 07:58:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faisalsay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paengko.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang teman-teman yang berbaik hati datang ke halaman ini. Halaman ini adalah tempat untuk berucap salam atau sekedar hendak menyapa diantara kawan-kawan yang merasa mendapat manfaat dari halaman ini. Sudah seyogyanya kalau sebagai manusia kita memiliki sopan santun jika memasuki rumah orang, demikian juga dengan halaman ini yang kami anggap sebagai ruang tamu kami, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paengko.wordpress.com&amp;blog=7318177&amp;post=31&amp;subd=paengko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-30" title="faisal_ok-men_10" src="http://paengko.files.wordpress.com/2009/04/faisal_ok-men_10.jpg?w=80&#038;h=80" alt="faisal_ok-men_10" width="80" height="80" />Selamat datang teman-teman yang berbaik hati datang ke halaman ini. Halaman ini adalah tempat untuk berucap salam atau sekedar hendak menyapa diantara kawan-kawan yang merasa mendapat manfaat dari halaman ini.<br />
Sudah seyogyanya kalau sebagai manusia kita memiliki sopan santun jika memasuki rumah orang, demikian juga dengan halaman ini yang kami anggap sebagai ruang tamu kami, kami akan sangat bahagia jika apa yang kami suguhkan kepada tamu membuat tamu tersebut senang.<br />
Kami tunggu saran dan kritik yang membangun dari kawan-kawan.<span id="more-31"></span> Kepada Kawan-kawan yang mau memberikan Komentar silahkan <a title="Ke Buku Tamu" href="http://ichal-759.blogspot.com/2009/04/buku-tamu.html">klik disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paengko.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paengko.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paengko.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paengko.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paengko.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paengko.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paengko.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paengko.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paengko.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paengko.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paengko.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paengko.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paengko.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paengko.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paengko.wordpress.com&amp;blog=7318177&amp;post=31&amp;subd=paengko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paengko.wordpress.com/2009/04/14/buku-tamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55305fce0640d569a2b62c5100d2510?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faisalsay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paengko.files.wordpress.com/2009/04/faisal_ok-men_10.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">faisal_ok-men_10</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Provinsi Seram</title>
		<link>http://paengko.wordpress.com/2009/04/12/provinsi-seram/</link>
		<comments>http://paengko.wordpress.com/2009/04/12/provinsi-seram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 11:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faisalsay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paengko.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pemekaran daerah menjadi kebutuhan ketika diskursus tentang desentralisasi menjadi realitas yang tak bisa dinafikan dalam kehidupan berdemokrasi. Secara normatif, tidak ada penghalang bagi suatu daerah menjadi desa, menjadi kecamatan, kabupaten dan provinsi sepanjang implementasi dari pemekaran lebih banyak manfaatnya diterima rakyat ketimbang segelintir orang. Pasalnya, belakangan orentasi orang menjadi sedikit aneh, dan keluar dari rel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paengko.wordpress.com&amp;blog=7318177&amp;post=25&amp;subd=paengko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_26" class="wp-caption alignleft" style="width: 110px"><img class="size-full wp-image-26" title="kanda-kutni" src="http://paengko.files.wordpress.com/2009/04/kanda-kutni.jpg?w=100&#038;h=100" alt="Drs Kutni Tuhepaly" width="100" height="100" /><p class="wp-caption-text">Drs Kutni Tuhepaly</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pemekaran daerah menjadi kebutuhan ketika diskursus tentang desentralisasi menjadi realitas yang tak bisa dinafikan dalam kehidupan berdemokrasi. Secara normatif, tidak ada penghalang bagi suatu daerah menjadi desa, menjadi kecamatan, kabupaten dan provinsi sepanjang implementasi dari pemekaran lebih banyak manfaatnya diterima rakyat ketimbang segelintir orang.<br />
Pasalnya, belakangan orentasi orang menjadi sedikit aneh, dan keluar dari rel substansi cita-cita pelaksanaan pemekaran daerah sebagai bagian dari desentralisasi. Sedikit orang memanfaatkan kepentingan banyak orang untuk memuluskan syahwat politik kekuasaannya dengan menjadi kepala daerah, wakil kepala daerah,atau duduk pada jabatan penting dipemerintahan.<br />
Tidak ada masalah siapapun menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah, toh pemerintah harus memeliki dua kursi itu, hanya saja, rakyat menjadi elemen penting dalam implementasi pemekaran daerah mesti diutamakan kepentingannya, apa kepentingan rakyat ? Pelayan publik menjadi lebih baik. Orang tidak sulit lagi mencari pekerjaan, penganguran menjadi bisa diatasi, dan ekonomi rakyat bisa lebih baik lagi. Ini menjadi subtansi dari pemekaran.<br />
Subtansi ini diatur dengan jelas dalam undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Kenapa pemerintah kembali berhitung lagi untuk memproses usulan pemekaran daerah? Pemerinta pusat sebagai pihak yang bertugas mengimplementasi produk hukum, beberapa waktu lalu telah melakukan evaluasi terhadap proses pemekaran. Hasilnya presiden keluarkan keputusan untuk menghentikan pemekaran daerah.<span id="more-25"></span>Keputusan presiden itu tidak memeliki makna pemekaran tidak boleh lagi dilakukan. Pasalnya presiden bisa disebut anti demokrasi. Pemekaran yang kemudian lahir dari proses desentralisasi adalah bagian dari implementasi demokratisasi. Jadi  siapapun tidak bisa menghentikan pemekaran, kecuali haluan bentuk  pemerintahan kita diganti, dan UU 32 tahun 2004 telah dihapus. Penghentihan  itu sifatnya sementara, karena itu disebut moratorium.<br />
Kalau sifatnya sementara, usulan pemekaran daerah masih tetap bisa dilakukan.dengan kondisi geografis Indonesia yang kepulauan, pemekaran masih tetap menjadi jalan keluar mengatasi ketertinggalan  daerah, terutama di Indonesia  bagian timur. Maluku  misalnya dengan lebih dari 90 persen daerahnya tertinggal. Sekarang  saja kita sudah punya 9 Kabupaten, dan 2 Kota. Sebelum  penerapan UU 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, Maluku punya tiga kabupaten dan satu kota masing- masing Maluku Tengah, Maluku Tenggara, dan  Maluku Utara. Setelah  UU 22 diterapkan, kabupaten kita bertambah dua, yakni Buru dan Maluku Tenggara Barat. Tapi  kita kemudian melepaskan Maluku Utara menjadi provinsi.<br />
Setelah UU 22 diganti dengan UU 32, daerah pemekaran baru bertambah lagi menjadi 5 kabupaten, dan 1 kota masing-masing Seram Bagian  Barat  (SBB), Seram  Bagian  Timur (SBT), Kepulauan Aru, Kota Tual, Maluku Barat Daya, dan Buru Selatan. Dengan  jumlah pulau lebih dari seribu buah, dan laut yang seluas 94 persen tentu Maluku masih butuh lagi daerah pemekaran baru. Dipulau  Seram, masih cukup realistis untuk dimekarkan dua kabupaten. Seram Utara kini sedang digodok oleh elemen masyarakat , kita berharap proses ini dapat dilakukan cepat. dan yang terpenting perjuangannya murni untuk kepentingan rakyat.<br />
Kenapa seram utara penting untuk dimekarkan?  Pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan rakyat, saya pikir menjadi alasan utama kenapa daerah ini harus  menjadi kabupaten. Daerah  itu cukup memiliki potensi ekonomi yang besar. Seram Utara  bahkan ditargetkan menjadi lumbung pangan bagi provinsi ini. Dari sisi kependudukan,cukup memenuhi syarat, demikian pula secara administratif. Jadi tidak lagi ada masalah untuk dimekarkan. Tinggal pemerintah kabupaten induk (Maluku tengah) merestui, diproses di DPRD setempat, datang ke DPRD Maluku tinggal dilengkapi syaratnya , lalu pemerintah provinsi mengajukan kepusat.<br />
Setelah pemekaran Seram Utara diusulkan, datang lagi wacana menjadi sebagai provinsi. Realistiskah wacana ini? Pemekaran daerah tetap akan mendapat restu dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat maupun DPR/DPRD. Kenapa ? karena aturan hukum memperbolehkannya. Jadi pemerintah tidak punya kewenangan untuk membatasi. Pemerintah dan DPR/DPRD hanya memverifikasi syarat yang diamanatkan oleh UU 32. Dan tentu mengukur, apakah memang usulan pemekaran ini bisa memberikan dampak lebih banyak bagi daerah dan rakyat atau tidak.<br />
Pendapat saya (pribadi), pemekaran Provinsi Seram tetap realitas, dan k arena itu menjadi sebuah kebutuhan. Seram secara ekonomi punya potensi besar. Seram dikenal sebagai daerah tambang, punya potensi hutan yang luar biasa, dan lahan subur. Di Seram Utara dan SBB terdapat lahan sawah yang cukup besar. Jika dikelola, bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan daerah itu (kalau kelak menjadi provinsi), tapi juga provinsi induknya. Maluku menargetkan swasembada pangan, dan Seram menjadi poros penting dalam perencanaan itu.<br />
Pemekaran pulau Seram menjadi provinsi lepas dari Maluku menjadi sebuah kebutuhan, kalau memang aspirasi semua elemen masyarakat daerah itu menginginkannya. Yang terpenting proses tersebut, adalah masyarakat harus memiliki ekspektasi bahwa mereka akan lebih sejahtera dari sebelumnya.<br />
LALU BAGAIMANA DENGAN SYARAT ?<br />
Pemekaran suatu daerah menjadi provinsi, memilki indikator syarat yang telah diatur dalam Undang-undang No 32 termasuk pada penjabaran aturan normatif lainnya. Paling tidak ada kajian akademis yang komprehensif dari perguruan tinggi, persyaratan PP No 78 Tahun 2007 tentang pembentukan aparat mulai dari desa, kecamatan, kabupaten dan kota, penandatanganan deklarasi seluruh bupati dan tokoh masyarakat, dan persetujuan DPRD induk.<br />
Dalam pasal 5 (1) UU 32 tahun 2004, disebutkan pembentukan daerah pemekaran baru harus memenuhi syarat administratif, teknis, dan fisik kewilayaan.<br />
Syarat administatif untuk provinsi meliputi adanya persetujuan DPRD kabupaten / kota dan bupati/walikota yang akan menjadi cakupan wilayah provinsi, persetujuan DPRD provinsi induk dan gubernur, serta rekomendasi mentri dalam negeri. Faktor yang mnejadi dasar pembentukan daerah yang mencakup kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi  daerah.<br />
Berdasarkan pasal 5 (5) untuk membentuk provinsi paling harus ada lima kabupaten atau kota, lokasi calon ibu kota, sarana dan prasarana pemerintahan. Kalau masyarakat menginginkan pemekaran pulau Seram menjadi provinsi, maka harus ada dua lagi kabupaten tambahan. Langkah strategis harus secepatnya diambil, jika menginginkan pemekaran provinsi.<br />
Secara sederhana, indikator didalam menilai kemajuan tersebut harus disandarkan kepada tiga aspek/kategori. Pertama, aspek ekonomi daerah. Apakah pembangunan yang terjadi selama enam tahun terakir ini adalah pembangunan yang merangsang  pertumbuhan ekonomi dimasyarakat lokal. Hal ini perlu dijalankan dengan melakukan kajian mendalam, sehingga kelihatanlah seberapa besar pengaruh otonomi daerah, baik ditingkat kabupaten/ kota maupun secara regional, untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan demikian akan bisa kita ketahui bahwa apakah otonomi daerah selaras dengan upaya dalam meningkatkan kesejateraan rakyat.<br />
Seperti apakah kekuatan ekonomi dari daerah-daerah yang menjadi bagian dari wilayah yang hendak dimekarkan. Selanjutnya, potensi-potensi apa yang bisa dimaksimalkan dalam membangun ekonomi daerah. Ini perlu dilakukan, mengingat pertimbangan ekonomi adalah salah satu  unsur  utama didalam memandirikan suatu daerah.<br />
Kedua, aspek pelayanan publik. Dalam konteks ini ,harus dinilai seberapa dekat pemerintaan daerah dengan masyarakat, yang tercermin dalam urusan-urusan pelayanan publik yang terbuka, efisien dan efektif. Apakah  publik merasa dipuaskan melalui pelayanan pemerintah lokal, atau justru pemerintah lokal mengharapkan pelayanan dari masyarakat.<br />
Ketiga, aspek pembangunan demokrasi politik. Menjadi penting juga mengkaitkan antar pelaksanaan otonomi daerah dengan upaya-upaya pelembagaan demokrasi ditingkat lokal. Potret ini bisa terlihat dari beberapa kritiskah rakyat dalam melihat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh perintah lokal? atau seberapa besarkah kontribusi dari masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan strategis didaerahnya ?<br />
Dengan demikian, pulau Seram tetap realistis untuk menjadi provinsi. Dan saya sangat mendukung proses itu, sepanjang memang rakyat menginginkan, dan berdampak besar bagi peningkatan kesejateraan mereka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paengko.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paengko.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paengko.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paengko.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paengko.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paengko.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paengko.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paengko.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paengko.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paengko.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paengko.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paengko.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paengko.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paengko.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paengko.wordpress.com&amp;blog=7318177&amp;post=25&amp;subd=paengko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paengko.wordpress.com/2009/04/12/provinsi-seram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55305fce0640d569a2b62c5100d2510?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faisalsay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paengko.files.wordpress.com/2009/04/kanda-kutni.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kanda-kutni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Basuhlah Cermin Hati Kita</title>
		<link>http://paengko.wordpress.com/2009/04/11/basuhlah-cermin-hati-kita/</link>
		<comments>http://paengko.wordpress.com/2009/04/11/basuhlah-cermin-hati-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 11:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faisalsay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paengko.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang secara tidak sadar, kita begitu sering memandang orang lain tanpa memandang diri sendiri terlebih dahulu. Sehingga apa yang tergambar dari hasil pandangan kita itu adalah cenderung kepada peremehan orang lain, menganggap orang lain begitu berbeda (baca: lebih buruk), bahkan berpikir seolah hanya orang-orang seperti kitalah yang berhak tinggal di dunia ini.Setelah itu, tidak jarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paengko.wordpress.com&amp;blog=7318177&amp;post=3&amp;subd=paengko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4" class="wp-caption alignleft" style="width: 90px"><img class="size-full wp-image-4" title="faisal-ok" src="http://paengko.files.wordpress.com/2009/04/faisal-ok.jpg?w=80&#038;h=80" alt="Mr Ichal" width="80" height="80" /><p class="wp-caption-text">Mr Ichal</p></div>
<p style="text-align:justify;">Terkadang secara tidak sadar, kita begitu sering memandang orang lain tanpa memandang diri<br />
sendiri terlebih dahulu. Sehingga apa yang tergambar dari hasil pandangan kita itu adalah cenderung kepada<br />
peremehan orang lain, menganggap orang lain begitu berbeda (baca: lebih buruk), bahkan berpikir seolah<br />
hanya orang-orang seperti kitalah yang berhak tinggal di dunia ini.Setelah itu, tidak jarang keluar kata-kata yang juga meremehkan, mengecilkan, dari mulut ini sebagai<br />
kelanjutan dari pandangan awal yang sempit tadi. Dan ini, seringkali dilakukan tanpa sadar karena memang<br />
bermula dari dalam dada (hati) ini. Sungguh saudaraku, kita begitu lupa akan ingatan Allah bahwa belum tentu<br />
orang-orang yang kita anggap lebih buruk (baca:diolok-olok) lebih buruk, bahkan mungkin pada<span id="more-3"></span>diri kitalah hakikat keburukan itu. Hanya saja, sekali lagi, kita begitu sering tidak bercermin. Atau mungkin<br />
cemin itu begitu buram dan berdebu karena terlalu lama tersimpan tanpa kita gunakan barang sebentarpun.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku, jika mungkin tidak secara lisan kita menghinakan, mencaci, mengecilkan, atau menganggap<br />
remeh orang lain, bisa jadi kita juga melakukan semua hal itu dengan sikap, cibiran bibir, gerakkan badan,<br />
ekspresi wajah atau hanya sekedar menghinanya dalam hati. Betapa sering kita melemparkan uang kecil dari<br />
balik pagar tinggi rumah kepada para pengemis, atau bahkan lontaran kata &#8220;maaf&#8221; sambil berbalik dengan<br />
mulut menggerutu berharap pengemis itu tidak datang kembali di lain hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesekali dada ini membusung saat menghadapi atau berbicara dengan orang lain yang kita anggap dalam<br />
posisi tidak lebih baik, tidak lebih beruntung, tidak lebih pintar, tidak lebih tua. Bibir ini boleh jadi<br />
tetap mengembangkan senyum saat berbicara dengan orang-orang itu, tapi senyum itu tentu akan sangat<br />
menyakitkan bila mereka tahu bahwa hati ini sedang menghinakannya. Ketahuilah saudaraku, manusia yang<br />
terlalu sering dihinakan, dizhalimi lebih peka mata bathinnya sehingga mereka bisa dengan jelas membedakan<br />
mana keihklasan dan mana kepalsuan atau kemunafikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin kita merasa gerah, tidak betah bila harus berlama-lama dengan orang-orang yang pakaiannya tidak<br />
sebagus yang kita kenakan, orang-orang yang menu makannya jauh berbeda secara harga apalagi kandungan<br />
gizinya, dengan orang-orang yang tidak memiliki kendaraan seperti kepunyaan kita, tidak bekerja<br />
seperti kita yang karyawan, profesionalis, wanita karir, pengusaha, tidak berpenghasilan sebanyak yang<br />
kita dapat, tidak berpendidikan setinggi yang kita raih saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh juga saudaraku, cermin hati ini begitu kotor, sehingga memburamkan mata hati ini dari melihat<br />
keberadaan malaikat Allah diantara kita dengan orang-orang itu yang begitu dekat dan melekat. (Nu&#8217;man<br />
bin Muqrin) berkata: &#8220;Bahwasannya ada seorang laki-laki mencaci orang lain disisi Nabi Saw, kemudian<br />
orang yang dicaci mengatakan: &#8220;Mudah-mudahan keselamatan tercurah atasmu.&#8221; Lalu Nabi Saw bersabda:<br />
&#8220;Ketahuilah bahwasannya ada malaikat di antara kamu berdua yang membelamu; setiap kali orang ini<br />
mencacimu. Malaikat itu berkata kepadanya: &#8220;Tetapi engkau, engkaulah yang lebih berhak terhadap cacian<br />
itu; dan jika engkau mengatakan: &#8220;Mudah-mudahan keselamatan tercurah atasmu&#8221;, maka malaikat itu<br />
berkata: &#8220;Tidak, tetapi engkau, engkaulah yang berhak terhadapnya.&#8221; ( HR. Ahmad)</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku, mari segera kita bersihkan cermin hati ini, basuhlah ia dengan memperbanyak mengagungkan kebesaran<br />
Allah, sehingga mengikis kesombongan yang sekian lama terhujam dalam hati ini. Tanamilah benih-benih<br />
kebajikan dan amal sholeh didasarnya, sehingga menumbuhkan bunga-bunga kesamaan dan penghormatan<br />
terhadap sesama serta siramilah selalu hingga ke akarnya dengan air kesyukuran, sehingga memupuk<br />
kerendahan hati ini. Wallahu a&#8217;lam bishshowaab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paengko.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paengko.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paengko.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paengko.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paengko.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paengko.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paengko.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paengko.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paengko.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paengko.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paengko.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paengko.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paengko.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paengko.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paengko.wordpress.com&amp;blog=7318177&amp;post=3&amp;subd=paengko&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paengko.wordpress.com/2009/04/11/basuhlah-cermin-hati-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c55305fce0640d569a2b62c5100d2510?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">faisalsay</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paengko.files.wordpress.com/2009/04/faisal-ok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">faisal-ok</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
